Jumat, 12 Nopember 2004 PANTURA
Dari Balap Dayung sampai Dangdut-ria
SUDAH menjadi tradisi warga yang tinggal di sekitar objek wisata Waduk Penjalin, Brebes. Usai shalat id dan bersilaturahmi dengan orang tua, mereka beramai-ramai mengunjungi objek wisata Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan.
Mau apa mereka ke lokasi waduk yang usianya hampir 75 tahun itu? “Ya sekadar berwisata setelah satu bulan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan,” papar Duryanto warga Pekujati yang tinggal tak jauh dari lokasi waduk tersebut.
Waduk Penjalin memang tak beda dengan waduk lain yang ada di wilayah Jateng. Tempat tersebut hampir setiap Hari Raya Idul Fitri ramai dikunjungi masyarakat. Di Waduk Penjalin itu setriap hari hanya ada kegiatan rutin nelayan mencari ikan. Selain itu, kegiatan pengelolaan keramba apung di sudut barat waduk. Khusus menyosong Lebaran, lokasi tersebut akan berubah menjadi tempat keramaian. Panitia sudah menyiapkan suguhan musik dangdut lengkap dengan penyanyi tenar dari Purwokerto dan kota besar lain.
“Suguhan musik dangdut ini sebagai daya tarik pengunjung. Panitia penyelenggara keramaian itu adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Badan Perwakilan Desa (BPD), dan unsur pemuda Desa Winduaji, bekerja sama dengan Kantor Pariwisata,” kata Kepala Kantor Pariwisata Kabupaten Brebes Drs H Supriyono, kemarin.
Selain suguhan musik, panitia menyediakan permainan anak-anak di bawah tanggul waduk. Acara tradisi yang bakal digelar adalah lomba balap dayung dan tangkap itik di arena waduk. Pengunjung dapat menyaksikan lomba tersebut di sepanjang tanggul waduk yang memanjang dari utara ke selatan.
Waduk ini terletak di tengah Desa Winduaji, 2,4 kilometer arah selatan ibu kota Kecamatan Paguyangan. Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan Purwokerto, kemudian sampai Desa Winduaji belok kanan ke lokasi waduk.
Tahun 1930
Menurut data Subdin Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, waduk ini dibangun tahun 1930 dengan volume air normal 7.942.500 m3. Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi Pemali bawah dan areal persawahan 28.411 ha.
Di bagian muka waduk ini terdapat tanggul dengan ketinggian 16 m, lebar 4 m, dan panjang 850 m. Keliling waduk dikitari desa seperti Desa Winduaji, Desa Soka, Karangnangka, Karansempu, dan Petuguran. Warga sekitar juga memanfaatkan kekayaan alam sekitar waduk sebagai tempat mencari nafkah. Antara lain mencari ikan, memelihara keramba apung, dan pada saat Lebaran warga menyewakan perahu untuk rekreasi air keliling waduk.
Bagi warga sekitar, berkunjung ke lokasi waduk selain sebagai tradisi Lebaran juga menjadi tempat sebagai ajang silaturahmi dengan kawan dan saudara. Namun dalam perkembangan sekarang, waduk itu justru banyak dimanfaatkan warga kota untuk berlibur dan bersantai. Seperti pengunjung dari Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga sengaja datang ke tempat itu untuk bersantai. (Wahidin Soedja-14n)
[www.suaramerdeka.com]
